Kamis, 13 Januari 2011

7 Cara Mengembalikan Kepercayaan Diri Setelah Tersakiti

Membuka hati setelah disakiti memang tidak mudah. Karena itu pelajari langkah berikut agar Anda siap berbaikan dengan situasi dan membuka lembaran baru dalam hidup.

 
1. Empati
Sadari bahwa semua orang bisa menyakiti Anda, termasuk orang terdekat. Pikirkan bahwa Anda juga pernah menyakiti seseorang, dan Anda akhirnya menyesal bukan? Begitulah orang lain, mereka tidak bermaksud benar-benar menyakiti Anda dan akhirnya menyesal pula.

2. Bersiap Yang Terburuk
Anda harus mempersiapkan diri untuk bagian terburuk sama besarnya dengan bagian terbaik. Jangan mengira jika Anda sudah kenal baik maka orang itu tidak akan menyakiti Anda. Manusia selalu membuat kesalahan.

3. Kendalikan Diri
Saat Anda disakiti, coba untuk tidak terlalu reaktif dengan memikirkan kemungkinan ini bukan soal Anda. Seseorang menyakiti bukan karena ingin menyerang Anda secara personal, tapi ada faktor lain, dan Anda terkena imbas.

4. Belajar Menetapkan Batasan
Batasan dalam hidup membuat Anda lebih mengenal diri sendiri. Jadi Anda paham sampai mana batas kesabaran, seperti apa Anda ingin diperlakukan, perilaku apa yang menyakiti Anda, yang nantinya berguna untuk mengendalikan diri.
-Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan berikut :
-Apa yang Anda ingin dalam hidup dan hubungan?
-Perilaku seperti apa yang menyakiti Anda?
-Anda ingin orang sekitar berlaku seperti apa sehingga Anda bahagia?
Setelah mendapat jawabannya, segera terapkan pada diri sendiri dan komunikasikan dengan orang terdekat.

5. Percaya Diri
Sadari bahwa yang paling bisa menolong adalah diri Anda sendiri. Jika orang terdekat menyakiti, siapa yang paling bisa diandalkan jika bukan diri sendiri. Belajarlah untuk percaya pada kekuatan diri.

6. Dapat Dipercaya
Jadilah orang yang menyenangkan, dapat dipercaya, jujur, tidak peduli apapun kondisinya. Menjaga komitmen, dan menghormati privasi.

7. Menguatkan Kemampuan Komunikasi
Kunci hubungan adalah komunikasi. Karena itu pelajari teknik berkomunikasi agar hubungan Anda terjaga. Belajar menyampaikan pesan dengan halus, tenang, tapi tegas dan tandas.
Pelajari kapan Anda bisa berbicara gamblang, bagaimana mengajak orang terdekat bicara terbuka pada kita, dan membuat orang mendengarkan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar